SKRGM (Sistem Komunikasi Radio Gelombang Mikro)
Assalamualaikum Wr. Wb.
bingungka’ apa lagi mau saya posting disini, hm.. jadinya saya ambil aja kutipan dari laporanku waktu di SMK dulu. kali-kali aja bermanfaat..^^,
KONSEP DASAR SKRGM
Sistem gelombang mikro disebut juga sistem Radio Relay Terresterial, karena menggunakan Sistem Repeater atau Relay dan keberadaannya dari suatu daerah ke daerah lain dimana Terresterial adalah salah satu media transmisi yang penting dalam jaringan komunikasi publik.
SISTEM LOS (Line Of Sight)
Pada sistem LOS gelombang Radio dipancarkan dari antena pemancar ke antena penerima melalui ruang bebas dalam posisi berada pada suatu garis tanpa penghalang.
Perambatan gelombang ruang di dalam system LOS ini akan mengalami beberapa kehilangan energi diantaranya:
a) Disebabkan oleh penyebaran di antenna pemancar, yang besarnya relative sangat kecil sehingga di dalam perhitungan di abaikan.
b) Disebabkan oleh redaman sepanjang reabatan yang biasa disebut dengan Free Space Loss atau biasa disebut FSL.
c)Disebabkan oleh redaman karena pengaruh cuaca.
Antena
Antena adalah perangkat yang di gunakan untuk memindahkan gelombang elektromagnetik dari feeder dan sebaliknya. Feeder yang dimaksud adalah kabel coaxial atau waveguide. Suatu antena dapat sebagai antena pemancar atau penerima sekaligus.
Pemilihan antena biasanya berdasrkan impedansi, polarisasi, gain, dan pola pancaran. Untuk hubungan point to point biasanya digunakan antena dengan gain setinggi mungkin, sedangkan untuk point to multipoint tergantung pada daerah cakupannya. Untuk pemancar radio biasanya diarahkan ke semua arah horizontal, sedangkan untuk arah vertical ditiadakan.
Antena parabola banyak digunakan pada sistem komunikasi microwave terrestrial dan sistem komunikasi satelit yang beroperasi pada frekuensi kerja orde GigaHertz karena memiliki gain yang tinggi (sekitar 40 sampai 55 dB).
Antena Parabola terdiri dari 2 bagian utama yaitu :
- Reflektor Paraboloid
- Antena pencatu biasanya berupa antena horn (feed horn)
Ciri-Ciri Sistem Transmisi Radio Teresterial Menggunakan GMD
Sistem transmisi radio teresterial menggunakan gelombang mikro digital memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
▪ Perambatan gelombang radio melalui ruang dekat bumi sehingga lintasan perambatannya LOS (Line Of Sight) atau lintasan bebas pandang. Hal ini berarti antenna pemancar dan antenna penerima harus berada dalam satu garis pandang, tidak terhalang oleh penghalang (obstacles)
▪ Pada umumnya bekerja pada daerah VHF (Very High Frequency) atau lebih tinggi lagi seperti SHF.
▪ Transmisi multikanal, membawakan sejumlah kanal informasi.
▪ Perambatan gelombang radio dipengaruhi oleh redaman ruang dan penyerapan oleh partikel-partikel dalam ruang.
▪ Transmisi dengan modulasi digital.Kelebihan dan kelemahan GMD
- Kelebihan :
- Mudah dalam pemeliharaannya karena cukup mengawasi pada stasiun pengirim, penerima, dan repeater.
- Resiko PERPU yang ditimbulkan karena media transmisi mengalami gangguan relative kecil bila dibandingkan dengan serat optik yang setiap saat rawan terhadap tumbukan, ulah manusia, dll.
- Kelemahan :
▪ Pada pemasangan awalnya, GMD membutuhkan biaya yang cukup mahal.
▪ Penempatan stasiun – stasiun dipengaruhi oleh ketinggian, letak, dan kondisi geografisnya. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan frekuensi yang sangat tinggi (GHz), dimana pada frekuensi tersebut membutuhkan kondisi LOS (Line Of Sight) antara pengirim dan penerima untuk dapat saling berkomunikasi.
Digital Trans Sulawesi) dimana masing-masing kanal radio akan mentransmisikan baseband sinyal digital dengan kecepatan 140 Mbps atau setara dengan 1920 kanal voice dan bekerja pada bend frekuensi 6,4 s.d 7,1 Ghz.

